Arturo Vidal Tidak Rela Tim Hebat Kalah Dengan Tim Buruk

Diluar dugaan Bayern Munchen harus terlempar dari putaran final Liga Champions musim ini, hal ini lantas langsung disesalkan oleh salah satu gelandang Munchen, Arturo Vidal yang terkesan tidak puas dengan hasil pertandingan. Menurut Vidal, tim nya bermain lebih baik ketimbang Atletico Madrid yang terkesan bermain lebih bertahan dan buruk.

Meski menang 2-1, Bayern Munchen tidak bisa melanjutkan perjalanan nya menuju partai final. Pasalnya mereka lebih dulu kalah 1-0 ketika bertandang ke Vicente Calderon, alhasil agregat berakhir dengan 2-2 dan Atletico Madrid berhak melangkah ke babak selanjutnya. Sebenarnya Bayern Munchem memiliki setitik harapan ketika babak pertama mereka unggul cepat lewat gol Xabi Alonso dari tendangan bebas dan sundulan Robert Lewandowski pada menit 73 babak kedua. Sementara itu, Atletico Madrid mampu memasukkan satu gol penyama ketika babak kedua menit 50 melalui kaki Antoine Griezmann.

Vidal pun kembali menegaskan jika hasil ini tidak adil bagi tim nya dan menilai Bayern Munchen lebih pantas menuju San Siro akhir Mei nanti. Sedangkan satu partai lagi tersisan antara Real Madrid kontra Manchester City dini hari esok dan Atletico Madrid tengah bersiap untuk memperjuangkan ambisi mereka meraih gelar kampiun liga champions musim ini.

“Kami terlihat sangat hebat dalam hal apa pun, disana kami berhasil menguasai separuh lapangan dan penguasaan bola lebih banyak. Akan tetapi sedikit keberuntungan tidak berpihak kepada kami, disana ada beberapa kesempatan yang terbuka. Namun sekali lagi saya katakan bahwa kami kurang keberuntungan,” ungkap Vidal.

“Atletico Madrid bermain sama sepanjang musim ini dan mereka sukses mendapatkan kesempatan matang. Hal ini jelas merugikan kami yang tampil lebih baik ketimbang mereka,”

Serta tidak lepas mantan dari pemain Juventus tersebut mengungkapkan kritikan tajam kepada skema yang diterapkan oleh Diego Simeone.

“Sekarang ini sepakbola terkesan buruk ketika berhadapan dengan Atletico Madrid dengan lawan dari klub sepakbola terbaik dunia. Pandangan mereka hanya tertuju kepada bola untuk bisa mencetak gol,”

“Saya sempat berpikir jika mereka bermimpi tentang kami untuk bisa melaju ke partai final. Disana mereka tidak memiliki bola, mereka bermain dengan lawan tim hebat dunia. Namun disana mereka berhasil mengambil kesempatan dan sukses melangkah ke partai pamungkas,”

“Saya menyadari jika tim hebat tidak selalu meraih kemenangan. Sebagai contoh haru ini, mereka tidak pantas menjadi finalis liga champions musim ini.” tutup Vidal.