Gaya Permainan Baru Timnas Italia

Italia akhirnya dipastikan menjadi juara grup H setelah di laga penentuan, Gli Azzuri berhasil mengalahkan tamunya, Norwegia dengan skor tipis, 2-1. Kemenangan tersebut membawa Italia memuncaki grup H dengan rekor tak pernah terkalahkan. Keberhasilan ini patut disyukuri publik sepakbola Italia, khususnya pelatih mereka, Antonio Conte. Mantan pelatih Juventus yang ditunjuk untuk menggantikan Cesare Prandelli di tahun 2014 lalu ini harus bangga karena bisa membawa Italia menjadi juara grup dan lolos otomatis ke Perancis.

Salah satu resep sukses Antonio Conte di ajang kualifikasi Piala Eropa kali ini adalah penggunaan formasi yang cukup unik, yaitu 4-2-4. Formasi yang jauh dari budaya sepakbola Italia ini kerap menjadi andalan Conte di beberapa pertandingan. Hasilnya pun cukup memuaskan. Di awal kepemimpinannya, Conte lebih suka menggunakan formasi 3-5-2. Formasi inilah yang dia gunakan saat membawa Juventus meraih gelar Sudetto Serie A bersama Juventus.

Sayangnya, formasi andalan yang digunakan untuk timnas Italia tersebut tidak berjalan mulus. Pemain-pemain Italia banyak yang tidak bisa beradaptasi dengan formasi tersebut. Seiring berjalannya waktu, Conte mencoba beberapa variasi formasi lain seperti 4-4-2 dan 4-3-3. Namun, hasil yang didapatkan juga tak begitu maksimal dan Conte pun tidak puas dengan formasi tersebut. Conte pun kembali lagi ke pakem 3-5-2 yang sudah menjadi ciri khasnya.

Kemudian Conte menemukan formasi alternatif yang cukup bisa diandalkan, yaitu formasi 4-2-4. Formasi ini pertama kali digunakan saat Italia mengalahkan Azerbaijan dengan skor 3-1. Pada formasi tersebut, Italia mengandalkan 4 pemain yang memiliki karakter menyerang. Conte memasang duet penyerang murni di depan, yaitu penyerang Southampton, Graziano Pelle dan Penyerang Sampdoria, Eder. Sementara di sisi sayap, Conte mengandalkan penyerang sayap AS Monaco Stephen El Sharaawy dan winger Lazio, Antonio Candreva. Hal tersebut cukup berbuah manis dengan permainan Italia yang lebih menyerang.

Formasi 4-2-4 ini nampaknya akan disiapkan Conte sebagai salah satu senjata Italia di Piala Eropa 2016 nanti. Banyaknya pemain menyerang yang beroperasi di sisi sayap seperti Antonio Candreva, Stephen El Sharaawy, Allesadro Florenzi, hingga Simone Zaza, membuat pilihan Antonio Conte sangat berlimpah untuk memaksimalkan formasi 4-2-4 ini. Kita tunggu saja ledakan Gli Azzuri dengan formasi 4-2-4 di Piala Eropa 2016 nanti.