Kapten Hull City Puji Performa Liverpool

Curtis Davies selaku dari kapten Hull City tidak bisa menyembunyikan perasaan terkait kekalahan tim nya 5-1 dari Livepool dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan keenam di akhir pekan kemarin. Dalam pernyataan nya, Davies menyanjung tinggi penampilan anak asuh Jurgen Klopp.

Konsistensi Liverpool terlihat ketika dua gol dari kaki James Milner menandai performa cemerlang mereka di kandang sendiri, sekaligus gol-gol yang terlahir dari pemain lain macam Philippe Coutinho, Adam Lallana dan Sadio Mane.

Hull City yang sudah bermain sepuluh pemain sejak menit 29 babak pertama hanya bisa berterima kasih kepada David Meyler yang menjadi pemain Hull dengan menghadirkan gol hiburan. Dan melihat hasil-hasil yang mereka terima dari pertandingan itu, Davies pun tak ragu untuk memberikan pujian kepada skuat Liverpool yang bermain apik sepanjang laga.

“Mereka bermain bagai mesin pembantai, Liverpool tidak memberikan kami napas sedikit pun dan ini terjadi sepanjang pertandingan,” ungkap Davies kepada wartawan usai pertandingan.

Disisi lain, Davies juga menyamakan Liverpool dengan Arsenal. Menurut Davies, baik Liverpool dan Arsenal sama-sama memiliki serangan yang cepat dan mematikan.

“Arsenal merupakan tim yang bagus dalam memberikan umpan, namun kebanyakan dari itu dimainkan di depan lawan. Sementara itu, Liverpool punya campuran dari umpan pendek yang bagus dan kemudian ada pemain yang akan berlari dan menuju ke arahmu dan mengalahkanmu seperti yang dilakukan Mane dan Coutinho,” tambahnya.

“Liverpool ingin menghasilkan jumlah gol hingga enam bahkan delapan dan hal ini lah yang membedakan Liverpool dan Arsenal,”

“Jujur saja, ini sangat sulit ketika mereka melakukan rotasi dalam pergantian posisi di lini depan. Anda harus bisa menghentikan pergerakan tenaga baru. Kita bisa melihat Liverpool menerapkan itu pada sosok Mane dengan pergerakan cepat dia memberikan umpan kepada Lallana dan secepat mungkin bola itu pindah ke kaki Countinho,”

“Begitu banyak perubahan posisi dan itu sulit bagi kami. Terlebih mereka mempercayakan pemain belakang untuk membagi bola di lini pertahanan lawan. Maka anda akan sangat sulit merebut bola dan itu terjadi pada kami sepanjang babak.” Davies mengakhiri.