Klub Yang Dilatih Rahmad Darmawan Terancam Bubar

Rentetan hasil buruk yang diterima oleh Terengganu FC II dan memaksa tim itu terpuruk dipapan bawah klasemen, semakin memunculkan desakan hebat dari para pendukung mereka sendiri untuk segera membubarkan klub yang dilatih oleh Rahmad Darmawan tersebut. Hal ini juga diakui oleh Exco Pemuda Olahraga dan Sumber Manusia kerajaan Terengganu, Datuk Rozi Mamat.

Menurut pengakuan Datuk Rozi, dia menyadari betul apa yang sedang terjadi dengan klub nya dan pihak dari klub tentunya tidak bisa mewujudkan apa yang dimau oleh fans mereka. Apalagi pembubaran klub akan berdampak sangat besar, termasuk dalam jumlah uang yang akan mereka keluarkan. Dimana uang tersebut sebagai bentuk membanyar kompensasi yang besar kepada para pemain TFC II dan sang pelatih itu sendiri.

Datuk Rozi juga menambahkan bahwa pembubaran tersebut sebagai langkah mundur dan bukan hal yang baik untuk masa depan Terengganu II. Ini jelas keluar dari target awal mereka sebagai klub yang akan menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang terlahir dari Terengganu sendiri.

Benar adanya jika kita membandingkan dengan Terengganu FA yang memiliki prestasi mentereng dari Terengganu II, jelas sangat berbeda jauh. Namun dalam hal ini fans diharuskan sedikit bersabar perihal pembentukan Terengganu II yang terbilang masih baru. Terengganu FA sendiri saat ini menduduki posisi keempat klasemen sementara MSL 2016 dengan sembilan poin.

Sedangkan TFC II harus puas berada diposisi sepuluh klasemen dengan raihan tiga poin dari tiga kali hasil imbang, dimana klub yang diperkuat oleh mantan pemain Persib Bandung Makan Konate belum pernah sekalipus meraih kemenangan dari lima pertandingan yang sudah mereka mainkan.

“Publik sekitar Terengganu mulai mempertanyakan dan mendesak pihak kerajaan Negeri untuk segera membubarkan klub tersebut. Akan tetapi dalam prosesnya semua itu tidak akan berjalan dengan mudah, malah sebaliknya akan menjadi kerugian besar untuk kami,” ungkap Datuk Rozi kepada media.

“Bukan Terengganu saja yang membagi menjadi dua pasukan sepakbola, tim lain juga melakukan hal yang sama sebelum Terengganu,” tutup Datuk Rozi.

Lebih jelasnya lagi bahwa Datuk Rozi melalui pihak kerajaan tidak pernah sekalipun memberikan target kepada Terengganu II dalam putaran MSL 2016. Mereka hanya ingin memberikan sedikit pengalam kepada pemain-pemain muda yang dimiliki Terengganu dalam kompetisi profesional, demi memajukan sepakbola tertinggi Malaysia. Namun dalam waktu dekat pihak kerajaan berencana untuk melakukan beberapa perubahan dalam skuat pemain dan tidak menutup kemungkinan jabatan Rahmad Darmawan dikursi pelatih Terengganu II terancam.