Maldini Tepis Kabar Kembali Ke San Siro

Pendukung AC Milan nampaknya harus gigit jari bila mendengar pengakuan Paulo Maldini yang menepis semua kabar bahwa dia akan kembali ke San Siro dalam waktu dekat, meski yang bersangkutan tetap mencintai AC Milan sampai mati.

Kabar beredar kembali nya sang legendaris Milan tersebut mulai muncul ketika peralihan kepemilikan klub dari Silvio Berlusconi ke tangan grup investor Tiongkok. Alhasil perubahan struktur menajemen klub dan staff didalam nya pun banyak yang berubah.

Kita bisa lihat ketika proses restrukturisasi Milan telah dimulai dengan penunjukan Marco Fassone sebagai CEO yang aktif sampai akhir tahun dan Maldini diklaim bakal diberikan satu tempat pada posisi jajaran manajemen klub.

“Ketidak nyamanan mulai menghampiri saya, saya sudah tegaskan tidak bisa masuk ke dalam manajemen klub dan saya masih ingin fokus dengan keluarga. Saya merasa terhormat jika ada tawaran datang, namun untuk saat ini saya tidak bisa menerimanya,” ucap Maldini kepada wartawan.

“AC Milan akan selalu menjadi bagian dari hidup saya, kenangan bersama mereka telah menjadi istimewa dalam cinta saya dan keluarga. Namun untuk sekarang mereka tidak masuk dalam agenda masa depan,”

“Saya pikir itu sudah menjadi tugas mereka dalam membangun klub demi mendapatkan sejarah baru. Saya sudah tekankan kepada presiden bahwa dia tidak bisa membangun klub sesuai dengan harapan dia. Milan telah memiliki banyak pendukung dari penjuru dunia, maka mereka harus bisa menghormati itu. Maka mereka harus ikut mempertimbangkan pendapat yang ada,”

“Rasa cinta fans kepada klub tidak ada batasan nya, Milan telah memiliki rasa cinta yang melekat dalam diri Milanisti. Saya pun sudah meraskan rasa cinta itu dari penikmat sepakbola di seluruh dunia,”

Maldini pun merasa menyesal dengan lengser nya kekuatan Berlusconi dalam mengendalikan kemajuan serta kejayaan Milan di era sekarang ini. Dimana Berlusconi sudah memimpin Milan dalam 30 tahun terakhir dan kesuksesan pun sudah banyak dia raih dalam catatan sejarah klub itu berdiri.

“Terasa sangat beda ketika saya datang ke Milan dengan disambut presiden yang berbeda sebelum Berlusconi datang pada 1986 dan mengalami langsung pergantian kepemilikan saat itu. Berlusconi adalah presiden yang luar biasa, paling sukses dan inovatif di sepakbola modern, namun semua itu mulai pudar dan berharap semoga saja Milan bisa lebih baik dari sebelumnya.” tutupnya.