Pique Tepis Kabar Dukungannya Kepada Kemerdekaan Catalan

Pemain bertahan Barcelona, Gerard Pique secara terbuka menepis kabar terkait tuduhan yang menyatakan dirinya mendukung kemerdekaan Catalonia. Kabar ini sontak menjadi viral dari berbagai media sosial dan cetak.

Muncul nya kabar ini tidak lama setelah Pique sukses mengantarkan Spanyol menang 2-0 atas Albania dilanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa pada tengah pekan kemarin.

“Saya sama sekali tidak pernah mendukung atau pun masuk ke dalam rencana kemerdekaan Catalonia. Atlet papan atas akan menghadapi masalah serius jika mendukung kemerdekaan Catalonia, jelas itu bukan saya saja dan akan menjadi masalah jika orang lain seperti saya yang dituduh,” demikian pernyataan Pique dalam acara stasiun TV lokal Spanyol.

“Saya tidak pernah masuk ke dalam dunia politik dan saya tidak mengharapkan hal itu terjadi, namun reputasi saya hancur begitu saja dengan tuduhan-tuduhan yang mereka kirimkan kepada saya. Ini telah menjadi puncak dari segala nya dan saya harap mereka bisa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.”

Pique, 29 tahun mencoba memberikan penjelasan lebih lanjut dengan mempersamakan antara olahraga dan politik adalah dua hal yang tak mungkin terpisahkan. Kasus yang menimpanya itu merupakan contoh bahwa olahraga memiliki peran sentral dan dapat mempengaruhi publik Spanyol tentunya.

“Ucapan mengenai politik dan olahraga merupakan dua hal yang tak memiliki keterkaitan adalah kebohongan besar, ini sudah terbukti dengan apa yang terjadi pada saya dan saya menjadi kambing hitam dari semua ini,” lanjutnya.

Dalam dua musim terakhir, Pique sangat dekat dengan kritikan serta hujatan dari para fans Spanyol. Khususnya tentang sikapnya yang dituduh memberikan dukungan terhadap Catalonia yang merupakan daerah otonomi Spanyol dan merupakan asal klub Barcelona untuk memisahkan diri dari Spanyol, dan sikap provokatifnya dalam persaingan abadi antara Barcelona dengan Real Madrid.

“Saya akui jika saya sering kali melakukan provokasi dan menikmati ketegangan itu, tanpa rivalitas Barcelona dengan Real Madrid sepakbola tidak akan sama. Kini baik Barcelona dan Real Madrid sama-sama mencari posisi tertinggi dan hal itu tidak akan pernah usai sampai kapan pun.” tutupnya.