Status Neymar Di Barcelona Bikin Dunga Cemas

Dalam hitungan bulan kedepan, Copa America Centenario akan mulai digelar. Namun ada hal yang mengganjal hati pelatih Brasil Carlos Dunga perihal status kapten mereka ditimnas Samba, Neymar yang diragukan tampil dalam pargelaran akbar benua Amerika tersebut. Penyerang andalan Barcelona itu baru bisa bermain di kompetisi itu, setelah dia menyelesaikan musim 2015/16 di La Liga Spanyol.

Dalam menanggapi hal tersebut, Dunga tidak bisa memberikan kepastian lebih lanjut status Neymar di skuat Brasil. Menurut Dunga, dia tidak akan tahu apa yang akan terjadi mengenai fisik dan kondisi badan Neymar. Hingga sampai pada waktunya Dunga harus melakukan pembicaraan dengan Barcelona.

“Sampai saat ini kami belum melakukan pembicaraan dengan Luis Enrique, terkait Neymar. Namun kami masih dalam hal mengawasi dari jarak jauh saja. Kami mempunyai tujuan untuk bisa berbicara dengan klub agar menemukan solusi yang terbaik untuk kita bersama,” kata pembuka Dunga kepada wartawan.

“Kami juga akan melakukan sedikit pembicaraan kepada Neymar dan dengan opsi mencapai kata sepakat untuk tidak merugikan banyak orang tentunya,”

Turnamen itu sendiri akan mulai digelar pada bulan Juni 2016 mendatang, Brasil dan Dunga akan menjalani laga pertamanya di Copa Amerika melawan Ekuador pada tanggal 4 juni. Seperti biasa, Tim Samba Brasil masih menjadi negara unggulan untuk bisa menjuarai ajang tersebut. Dan ada nama Argentina juga Chile yang masuk dalam daftar tim favorit yang akan meraih Piala Copa Amerika Centenario 2016.

Sementara itu, Dunga tidak memikirkan siapa saja yang akan menjadi tim unggulan. Dia hanya mau berfokus pada stamina para pemain nya, dimana rata-rata pemain timnas Brasil bermain dalam kompetisi yang panjang dan rutin satu minggi sekali. Ini jelas menjadi tugas berat untuk Dunga dalam mempersiapkan komposisi tim terbaiknya.

“Ekuador adalah tim yang kuat, untuk itu kami harus berhati-hati. Mereka memiliki semangat juang yang luar biasa dan permainan tim nya terlihat modern dengan mengkombinasikan kekuatan fisik, kecepatan dan juga teknik.” kata penutup Dunga kepada media.