Tepiskan Teror Laga Inggris vs Perancis Tetap di Gelar

Serangan teroris di Perancis membuat dunia berkabung. Serangan yang juga terjadi saat laga persahabatan antara Perancis melawan Jerman membuat Negara Perancis dalam kondisi waspada. Akibat serangan teroris di Peranci ini, pertandingan antara Inggris melawan Perancis di Wembley terancam dibatalkan. Namun, otoritas sepakbola Perancis akhirnya tetap memberangkatkan seluruh pemain ke Inggris untuk melangsungkan pertandingan persahabatan.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan kepada para teroris tersebut. Skuad lengkap Perancis akan terbang ke London untuk menghadapi the Three Lions di Wembley Stadium. Duka memang menyelimuti Perancis, tak terkecuali para pemainnya. Salah satunya adalah Lassana Diarra. Gelandang timnas Perancis tersebut kehilangan kakak sepupunya dalam serangan berdarah pada malam hari tersebut. Selain itu, adik dari penyerang Perancis Antoine Giezmann, lolos dari maut setelah berhasil keluar dari gedung Batlacan yang menjadi salah satu tempat serangan teroris tersebut.

Untuk mengenang para korban serangan teroris serta sebagai bentuk perlawanan kepada teroris, maka pihak Perancis dan Inggris setuju untuk tetap melangsungkan pertandingan tersebut. Presiden FFF (PSSI-nya Perancis) mengatakan bahwa Perancis ingin tetap melangsungkan pertandingan untuk menunjukkan bahwa mereka tidak takut pada para teroris. Pelatih Inggris, Roy Hodgson sangat menghormati keputusan otoritas sepakbola Perancis tersebut. Menurutnya, pemain dan para pendukung Inggris akan memberikan solidaritas terhadap serangan yang terjadi di beberapa tempat di Paris tersebut.

“Kami sangat menghargai keputusan tersebut dan akan bersiap dengan sungguh-sungguh menghadapi pertandingan tersebut, di dalam dan di luar lapangan. Pertandingan akan berjalan dengan serius, tapi sekaligus menjadi bukti bahwa dunia sepakbola bersatu untuk mengutuk tindakan (teroris) ini,” ujar Hodgson.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kepolisian Perancis telah menyiapkan pengamanan ekstra ketat. Prosedur untuk memasuki stadion diperketat, serta jumlah personel di venue juga ditambah. Hal ini untuk memastikan laga persahabatan tersebut berjalan dengan baik dan aman. Semua tim yang berlaga pada jeda internasional di Eropa akan memakai pita hitam pada lengan jersey mereka. Selain itu, seluruh tim juga akan melakukan minute of silence sebagai bentuk penghormatan kepada para korban serangan berdarah oleh para teroris di Perancis tersebut.