Thomas Tuchel Masuk Target Real Madrid

Thomas Tuchel dikabarkan jadi target Real Madrid sebagai calon kuat pengganti Zinedine Zidane andai manajer asal Prancis itu didepak dari kursi kepelatihan EL Real. Kabar ini telah diperjelas oleh CEO Borussia Dortmund Hans-Joachim Watzke.

Dimana orang nomor satu Dortmund itu mengklaim Real Madrid sedang melakukan pemantauan situasi Tuchel. Meski demikian Watzke menyatakan tidak khawatir kehilangan salah satu pelatih hebat Jerman itu dalam waktu dekat.

“Saya memiliki hubungan baik dengan kubu Real Madrid, saya pun tidak khawatir dengan pergerakan mereka yang memantau pelatih hebat kami (Tuchel),” tutur Watzke kepada media Jerman.

Catatan manis Tuchel terus meningkat setelah musim pertamanya yang impresif di Dortmund pada 2015/16. Dimana mantan pelatih Mainz itu membawa Dortmund menempati posisi kedua di Bundesliga Jerman, menjadi runner-up DFB Pokal, dan kembali ke Liga Champions musim ini.

“Satu musim berlalu, ternyata Real Madrid melihat perkembangan Tuchel. Ini bagus untuk perkembangan Tuchel dan jika benar dia ingin ke Madrid, kami pun akan membukakan pintu lebar untuknya,”

“Presiden Madrid sampai saat ini belum menyampaikan apa-apa kepada saya. Kami tidak khawair kehilangan dia jika Madrid benar-benar menginginkannya saat ini. Thomas Tuchel masih terikat kontrak dengan Dortmund dan jika Madrid menginginkannya, harga jual jadi keuntungan kami,”

Tuchel sendiri masih mengemban tugas di Dortmund hingga 2018. Tuchel, 43 tahun masih membuktikan diri dengan menjadi penantang kuat dalam perburuan gelar Bundesliga dan Eropa. Dengan usianya yang masih muda, Watzke meyakini jika Tuchel masih memiliki masa depan yang bagus dan semua itu tergantung dari keputusan nya.

“Situasi ini sangat berbeda jika anda terlahir sebagai seorang pemain, dimana usia 28 sampai 29 akan menjadi tantangan terberat anda. Jika anda meminta kepada kami untuk meninggalkan klub, maka kami tidak melarang anda. Thomas masih sangat muda sebagai pelatih, dia masih bisa melatih klub mana pun yang dia mau dalam 20 tahun ke depan bahkan lebih.” tutup Watzke.