Pemilik Liverpool Minta Maaf Terkait Kisruh ESL

John W Henry selaku pemilik Liverpool akhirnya angkat bicara mengenai kisruh yang sempat ramai belakangan ini, tak lain soal kesertaan Tim Marseyside di ajang Liga Super Eropa atau ESL. Yang bersangkutan pun akhirnya secara terbuka meminta maaf.

Pada Senin lalu, 19 April 2021, ada 12 Klub Besar Eropa dimana Liverpool adalah salah satunya, mendeklarasikan dan meresmikan kompetisi baru bernama European Super League (ESL) atau Liga Super Eropa.

Kompetisi tersebut sendiri dianggap sebagai ‘tandingan’ dari Liga Champions Eropa, hanya saja format yang diusung kompetisi ini jelas berbeda dengan UCL.

Terlepas dari itu, yang jelas kesertaan 12 klub di ajang Liga Super Eropa ini menuai kecaman dan aksi protes dari kalangan suporter masing-masing, tak terkecuali Liverpool. Akhirnya pada Rabu (21/04), Liverpool resmi mengundurkan diri dari kompetisi itu.

Pemilik Liverpool, John W Henry sadar betul bahwa kesertaan klubnya di ajang tersebut menuai kecaman dari kalangan suporter, untuk itu dia meminta maaf secara terbuka kepada para fans The Reds.

“Saya ingin meminta maaf kepada para fans dan pendukung Liverpool atas kekacauan yang saya sebabkan dalam 48 jam terakhir,” buka Henry dalam video di akun twitter Liverpool.

Lebih lanjut, Henry mengakui bahwa dia merasa khilaf karena menyepakati kompetisi tersebut alih-alih lebih dulu bertanya pendapat para fans sebelum mengambil keputusan.

“Saya rasa seharusnya sudah jelas bahwa proyek-proyek semacam ini tidak bisa berjalan tanpa dukungan fans, dan situasi ini tidak berbeda di Inggris.” tambahnya.

Tak hanyga kepada fans, Henry juga meminta maaf kepada pelatih Jurgen Klopp dan para pemain Liverpool. DAFTAR SBOBET

“Saya ingin meminta maaf kepada Jurgen, kepada Billy dan juga para pemain yang telah bekerja keras untuk membuat para fans bangga terhadap LFC. Mereka sama sekali tidak terlibat dalam kekacauan ini,”

“Sekali lagi saya minta maaf dan saya yang bertanggung jawab penuh atas suasana negatif yang menimpa tim ini dalam beberapa hari terakhir. Ini sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” tutupnya.